1 Penyihir Sombong Di suatu desa yang damai dan tenteram hiduplah sepasang saudara kembar yang bernama Maman dan Momon. Keduanya memiliki kemampuan istimewa yaitu memiliki ilmu sihir. Tapi sifat keduanya sangat jauh berbeda, Maman memiliki sifat yang sangat sombong dan kasar. Sedangkan Momon mempunyai sifat yang baik dan juga penyabar. EJJK. 77% found this document useful 22 votes76K views5 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsRTF, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?77% found this document useful 22 votes76K views5 pagesKamus Bahasa IndramayuJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Kamus bahasa Indramayu dan artinya sangat mudah sekali dipelajari oleh seluruh masyarakat di dalam maupun di luar kabupaten Indramayu karena penggunaan bahasa nya yang sangat sobat asumsi yang membaca artikel ini dari kalangan siswa dan siswi, kalian bisa menemukan kamus bahasa Indramayu di perpustakaan sekolah maupun membelinya secara onlineKamus IndramayuSaya buatkan buat kalian bahasa Indramayu dan arti bahasa Indonesia mandiAjang, piringAkeh, banyakAran, namaArep, mauBagen, biarlahBaik, bagusBaka, kalauBalik, pulangBanyu, airBapak, bapakBatur, temanBatur, temanBener, betulBengi, malamBlesak, jelekBocah, anakBokat, barangBokong, pantatCangkem, mulutCatur, dialogCekel, pegangCengel, griwaCilik, kecilCindek, pendekCoba, cobaCrita, ceritaCukur, cukurCungur, hidungDadi, jadiDalan, jalanDemen, cintaDesa, desaDi, diDina, hariDudu, bukanDulangi, suapiDuwit, duwitDuwur, tinggiElos, silahkanEmet, mengambilEmong, tidakEndi, manaEndog, telurEnom, timurEntok, habisEtung, berhitungFaedah, manfaatFakta, kenyataanFalah, kemenanganKamus Lengkap IndramayuGarep, mauGawan, bawaanGelang, gelangGelem, mauGelung, gulungGigir, punggungIdep, kelopakIdu, ludahIga, igaIlat, lidahImbuh, tambahIrung, hidungIsin, maluJaga, reksaJago, ayamJaran, kudaJare, katanyaJarit, kainJero, dalamJisim, mayat,Kalung, kalungKanggo, buatKatok, celanaKemu, berkumurKemul, selimutKramas, keramasKuku, kukuKuping, telingaLambe, mulutLanang, laki-lakiLangka, adaLara, gerahLarang, mahalLunga, pergiLungguh, dudukMabur, terbangMaca, membacaMata, mataMayit, mayatNama, namaNandur, nanamNanging, kalauNapsu, nafsuNganggo, buatNgelu, pusingNginum, minumNyah, siilahkanObah, berubahObat, obatOlih, bolehOmong, ngobrolOra, tidakPada, samaPangan, makananPasar, pasarPengen, inginPerintah, merintahPijet, urut,Pipi, pipiPupu, pahaPutu, cucuRabi, istriRada, agakRai, wajahRambut, rambutRangkul, pelukRaup, cuciRokayane, kayaknyaRungu, miringSawah, sawahSedelat, sebentarSedih, sedihSewot, marahSilih, ampilSlamet, selamatSrengenge, matahariSuwe, lamaTakon, TanyaTangan, tanganTeka, rawuhTelu, tigaTukaran, berantemTuku, beliUdan, hujanUmah, rumahUmur, umurUndang, manggilUrip, hidupUyah, garamWaca, bacaWacanan, bacaanWadon, perempuanWani, beraniWaras, sehatWatuk, batukWeruh, tahuWeteng, perutYa, iaYekti, kalauYen, kalauItulah seputar kamus bahasa indramayu dan artinya dalam bahasa Indonesia, semoga membantu untuk semuanya terimakasih. 0% found this document useful 0 votes2K views14 pagesOriginal Titlecontoh Kisi-Kisi bahasa indramayu kelas 5Copyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsXLS, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes2K views14 pagesContoh Kisi-Kisi Bahasa Indramayu Kelas 5Original Titlecontoh Kisi-Kisi bahasa indramayu kelas 5Jump to Page You are on page 1of 14 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. ABSTRAK Karya sastra selalu berhubungan dengan pengarang, pembaca, dan dunia sosial ataupun dunia yang nyata Susanto 20168. Dengan demikian, dalam menganalisis sebuah karya sastra dalam hal ini kumpulan cerita pendek dapat dilakukan dengan menggunakan kajian teori sosiologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kumpulan cerita pendek Rabbi karya Kedung Darma Romansha yang dilakukan dengan menggunakan kajian teori sosiologi sastra. Penggunaan kajian teori sosiologi sastra dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan isi dalam kumpulan cerita pendek Rabbi karya Kedung Darma Romansha yang menggambarkan mengenai potret kehidupan sosioal-budaya masyarakat Indramayu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat, paragraf, dan wacana yang ada dalam cerita pendek “Nagarot” dan “Menjaring Bidadari”. Sedangkan Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek “Ngarot” dan “Menjaring Bidadari” yang ada dalam buku kumpulan cerita pendek “Rabbi” karya Kedung Darma Romansha yang diterbitkan oleh Buku Mojok pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1 mendeskripsikan fakta cerita mengenai realita sosial-budaya dalam kumpulan cerita pendek Rabbi karya Kedung Darma Romansha; dan 2 mendeskripsikan latar sosial-budaya masyarakat Indramayu yang terefleksi dalam kumpulan cerita pendek Rabbi karya Kedung Darma Romansha. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil penelitian menunjukan bahwa 1 kumpulan cerita pendek Rabbi karya Kedung Darma Romansha dibuat dengan berdasarkan realita yang terjadi dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat Indramayu; dan 2 latar sosial-budaya masyarakat Indramayu yang terefleksi dalam kumpulan cerita pendek Rabbi karya Kedung Darma Romansha yakni mengenai 1 ngarot; dan 2 pasar jodoh. To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this LogitaKarya sastra merupakan hasil pemikiran dan cerminan dari sebuah budaya kelompok masyarakat mana saja yang memiliki kebudayaan, oleh karena itu dalam karya satra banyak menceritakan tentang interaksi manusia dengan manusia dan sastra juga merupakan salah satu ungkapan rasa estetis dari seorang pengarang terhadap alam sekitarnya. Karya sastra yang baik biasanya mampu mengarahkan dan mendidik para pembaca karena nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya. Di balik fungsinya sebagai bacaan yang menghibur, karya sastra merupakan media kontrol dalam dimensi fiksi. Karena karya sastra lahir dari realitas objektif yang diangkat oleh pengarangnya dengan imajinasi-realitas menjadi realitas baru. Karya sastra imajinatif di Indonesia terbagi menjadi tiga, yaitu puisi, fiksi atau prosa naratif, dan drama. Drama sebagai salah satu karya sastra yang juga memiliki keindahan dan makna tersembunyi dibalik kata-katanya menjadikan drama sebagai karya seni yang estetis dan patut untuk dianalisis nilai-nilai kehidupan dan sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Drama yang berjudul “Opera Kecoa” karya N. Riantiarno ini akan penulis analisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Kata Kunci Sastra, drama dan sosiologi sastraPotret Masyarakat Pedesaan dalam Cerbung Nrima Ing Pandum Karya SutarmantoNgasriNgasri. 2016. Potret Masyarakat Pedesaan dalam Cerbung Nrima Ing Pandum Karya Sutarmanto. Semarang Universitas Negeri Penelitian Sastra, Pendekatan MateriSangiduSangidu. 2004. Metode Penelitian Sastra, Pendekatan Materi, Metode dan Kiat. Yogyakarta Universitas Gajah SiswantoSiswanto, Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta Fiksi Robert Stanton. Yogyakarta Pustaka Pelajar OffsetRobert StantonStanton, Robert. 2007. Teori Fiksi Robert Stanton. Yogyakarta Pustaka Pelajar SusantoSusanto, Dwi. 2016. Pengantar Kajian Satra. Yogyakarta Center For Academic Publishing Kesusastraan. Jakarta Pustaka JayaRene Dan WallekAustin WarrenWallek, Rene dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan. Jakarta Pustaka Penelitian KepustakaanMestika ZedZed, Mestika. 2003. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta Yayasan Obor Indonesia. Cerita Rakyat Indramayu Saedah dan Saeni Legenda ini terjadi di Indramayu, tepatnya di daerah Karang Turi. Yang suka ke Indramayu pasti tahu kan jembatan Sewo? Tapi hati-hati ya, banyak kecelakaan. Nah disitulah cerita ini berpusat. Tapi jangan heran, seperti umumnya legenda, banyak versi. Nikmati saja!!!. Di Indramayu legenda ini sudah berkembang kemana-mana sampai ke Cirebon. Sampai dibuat kawih Demayuan “KISER SAEDAH SAENI”. Jembatan Sewo Sarkawi adalah seorang kepala keluarga dengan seorang isteri dan dua orang anak yaitu Saedah dan Saeni. Dia tinggal di daerah Karang Turi, Indramayu. Suatu hari Sarkawi pergi naik haji. Dalam perjalanan dia tergoda oleh ronggeng yang namanya Maemunah. Karena saking cintanya, dia nikahi itu ronggeng tanpa bilang dulu sama keluarganya di kampung. Tujuh bulan Sarkawi tidak pulang kampung. Isteri dan anak-anaknya ga ada yang tahu kalau Sarkawi menikah lagi. Isteri Sarkawi sakit yang akhirnya meninggal dunia. Sarkawi yang tinggal dengan isteri mudanya lama-lama kangen sama anak-anaknya. Dia memutuskan pulang ke kampung dengan tekad bulat dia akan mengenalkan isteri mudanya. Tak disangka tak dinyana, dia kaget ternyata isterinya sudah meninggal. Dia kemudian mengenalkan Maemunah kepada anaknya, dan dinasehatilah anaknya supaya menganggap Maemunah sebagai ibu kandungnya sendiri. Suatu hari Sarkawi pergi kerja, sedangkan Maemunah pergi ke pasar. Sebelum pergi dia berpesan sama Saedah dan Saedah. “Ingat ya jangan gunakan uang dan beras selagi ibu pergi.”. Tapi karena Saeni lapar, beras pun dimasak sama Saedah. Waktu Maemunah pulang, dia sangat marah. Saedah dan Saeni dimarahi habis-habisan. Sampai mereka mau pergi dari rumah. Takut anak-anaknya pergi, Maemunah minta maaf dan dia ngajak jalan-jalan supaya mereka berdua lupa kejadian itu. Tapi Maemunah belum bisa memaafkannya. Dia tidak ngajak jalan-jalan ke pasar, tapi Saedah dan Saeni di bawa ke hutan dan ditinggalkan disana. Saedah dan Saeni ketakutan di dalam hutan. Tiba-tiba muncullah orang tua yang entah dari mana datangnya. Dia ngasih nasehat ke Saedah dan Saeni supaya jadi penari ronggeng dan tukang kendang, tetapi dengan syarat mereka berdua membuat perjanjian dengan si kakek. Maka Saedah dan Saeni pulang, Saeni menjadi penari ronggeng sedangkan Saedah jadi tukang kendangnya. Lambat laun mereka berdua menjadi orang terkenal. Duitnya mulai banyak. Mereka mau membayar utang ke ibu tirinya. Setelah beberapa lama, muncullah si Kakek yang pernah buat perjanjian dengan mereka. Dia menagih janji, jadilah Saeni buaya putih, dia pun loncat ke sungai Sewo. Melihat adiknya berubah wujud menjadi buaya putih Saedah langsung mengabarkan kepada orang tuanya di rumah, tanpa berpikir panjang Saedah dan orang tuanya menuju ke sungai sewo. Tak lama kemudian Sarkawi terjun ke sungai karena frustasi. Sarkawi pun berubah wujud menjadi bale kambang balai yang mengambang. Begitu pula istri mudanya, Maimunah menjadi pring oribambu. Karena melihat keluarganya sudah tidak ada semua, badan Saedah terasa lemas, Saedah menangis sejadi-jadinya dan berubah wujud menjadi sebuah pohon. Ada yang bilang kalau Saedah karena terus menurus menangis, kecapean dia tertidur di rel kereta lalu tergilas kereta api berubah dan menjadi pohon bunga cempaka

cerita pendek bahasa indramayu